Laman Utama

Salam sejahtera
Ke Panel Login  
Laman Utama JAKIM - Forum -
Forum >> Renungan >> Ajaran sesat..Oleh Hartono Ahmad (swaramuslim.net)
(Pengendali : )
 
Hantar Topik Baru | Balas Mesej  
Dimasukkan oleh Tajuk Topik : Ajaran sesat..Oleh Hartono Ahmad (swaramuslim.net)
AliHussain
Ahli Setia
Bil. mesej : 62
1 . Dihantar pada 27 November 2004 23:05:32   [Edit]
Pengertian sesat
Sesat atau kesesatan itu bahasa Arabnya dhalal. Yaitu setiap yang menyimpang dari jalan yang dituju (yang benar) dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang benar, itulah kesesatan. Dalam al-Qur’an disebutkan, setiap yang di luar kebenaran itu adalah sesat (lihat QS Yunus: 32). Kebenaran hanya datang dari Allah.

Pertanyaannya kini, kebenaran dari Allah itu adanya di al-Qur’an dan as-Sunnah, namun cara pemahamannya/penafsirannya model apa? Pertanyaan itu sudah ada jawabannya, dalam hadits tentang 73 golongan, riwayat At-Tirmidzi. “Siapakah dia (golongan yang satu—yang selamat dari neraka—itu) wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “(Mereka yang mengikuti apa) yang aku dan sahabatku berada di atasnya.”

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan, penulis Lamhah ‘anil firaq adh-dhaallah, Membongkar Firqah-Firqah Sesat, berkomentar. Ketika Rasulullah ditanya tentang siapakah satu yang selamat itu, beliau menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang menempuh jalan seperti yang aku dan sahabatku tempuh.” Maka barangsiapa yang tetap di atas jalan yang ditempuh Rasul saw dan para sahabatnya, maka dia termasuk yang selamat dari neraka. Dan barangsiapa yang menyelisihi dari hal tersebut sesungguhnya dia diancam dengan neraka sesuai dengan kadar jauhnya.

Dalam praktik, kesesatan itu tidak dianggap sesat walaupun dilaksanakan ramai-ramai. Di antara contohnya adalah kelompok yang tidak langsung dikenali sebagai kelompok sesat, misalnya:

Komunitas Penimbrung Qur’an Sunnah
Golongan yang satu ini tidak mau disebut kelompok agama, tak mau pula disebut sekuler. Tapi mereka menolak semua yang datang dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Kelompok ini muncul menjelang pertengahan abad 20 dengan membatasi bahwa al-Qur’an dan as-Sunnah tidak bisa diberlakukan di wilayah mereka, karena beralasan bahwa di tempat mereka bukanlah wilayah al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka punya aturan-aturan tertentu yang kadang masuk ke wilayah yang diatur al-Qur’an dan as-Sunnah dengan “membantu” pelaksanaan praktisnya, dalam hal yang menguntungkan mereka. Misalnya tentang pelaksanaan ibadah haji. Di sisi itulah al-Qur’an dan as-Sunnah mereka terima, bahkan hampir mereka monopoli.

Lain lagi dengan kelompok yang secara nama adalah Islamis, namun justru sesat menyesatkan. Misalnya:

NII KW IX
NII (Negara Islam Indonesia) asalnya DI (Darul Islam, diproklamasikan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, 7 Agustus 1949 di Cisayong Tasikmalaya Jawa Barat). Kemudian nama NII itu berupa penjelasan singkat tentang proklamasi. Pada tahun 1980-an ketika diadakan musyawarah tiga wilayah besar (Jawa Barat, Sulawesi, dan Aceh) di Tangerang Jawa Barat, diputuskan bahwa Adah Djaelani Tirtapradja diangkat menjadi Imam NII. Lalu ada pemekaran wilayah NII yang tadinya 7 menjadi 9, penambahannya itu KW VIII (Komandemen Wilayah VIII) Priangan Barat (mencakup Bogor, Sukabumi, Cianjur), dan KW IX Jakarta Raya (Jakarta, Tangerang, Bekasi).

Pada dekade 1990-an KW IX dijadikan sebagai Ummul Quro (ibukota negara) bagi NII, menggantikan Tasikmalaya, atas keputusan Adah Djaelani. Karena pentingnya menguasai ibukota sebagai pusat pemerintahan, maka dibukalah program negara secara lebih luas, dan puncaknya ketika pemerintahan dipegang Abu Toto Syekh Panjigumilang (yang juga Syekh Ma’had Al-Zaitun, Desa Gantar, Indramayu, Jawa Barat) menggantikan Adah Djaelani sejak tahun 1992.

Penyelewengannya terjadi ketika pucuk pimpinan NII dipegang Abu Toto. Ia mengubah beberapa ketetapan-ketetapan Komandemen yang termuat dalam kitab PDB (Pedoman Dharma Bakti) seperti menggantikan makna fai’ dan ghanimah yang tadinya bermakna harta rampasan dari musuh ketika terjadi peperangan (fisik), tetapi oleh Abu Toto diartikan sama saja, baik perang fisik maupun tidak. Artinya, harta orang selain NII boleh dirampas dan dianggap halal. Pemahaman ini tidak dicetuskan dalam bentuk ketetapan syura (musyawarah KW IX) dan juga tidak secara tertulis, namun didoktrinkan kepada jamaahnya. Sehingga jamaahnya banyak yang mencuri, merampok, dan menipu, namun menganggapnya sebagai ibadah, karena sudah diinstruksikan oleh ‘negara’.

Dalam hal shalat, dalam Kitab Undang-undang Dasar NII diwajibkan shalat fardhu 5 waktu, namun perkembangannya, dengan pemahaman teori kondisi perang, maka shalat bisa dirapel. Artinya, dari mulai shalat zuhur sampai dengan shalat subuh dilakukan dalam satu waktu, masing-masing hanya satu rakaat. Ini doktrin Abu Toto dari tahun 2000-an.
Mengenai puasa, mereka mengamalkan hadits tentang mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan cara, sudah terbit matahari pun masih boleh sahur, sedang jam 5 sore sudah boleh berbuka. Alasannya dalil hadits tersebut.

Gerakan ini mencari mangsa dengan jalan setiap jamaah diwajibkan mencari satu orang tiap harinya untuk dibawa tilawah. Lalu diarahkan agar hijrah dan berbaiat sebagai anggota NII. Karena dengan baiat maka seseorang terhapus dari dosa masa lalu, tersucikan diri, dan menjadi ahli surga. Untuk itu peserta ini harus mengeluarkan shadaqah hijrah yang besarnya tergantung dosa yang dilakukan. Anggota NII di Jakarta saja, saat ini diperkirakan 120.000 orang yang aktif.

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)
Pendiri dan pemimpin tertinggi pertama gerakan ini adalah Madigol Nurhasan Ubaidah Lubis bin Abdul bin Thahir bin Irsyad. Lahir pada tahun 1915 di Desa Bangi, Kec. Purwoasri, Kediri, Jawa Timur. Paham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971. Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam, Jama’ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972. Pengikut gerakan ini pada pemilu 1971 berafiliasi dan mendukung GOLKAR).

Aliran sesat yang telah dilarang Jaksa Agung 1971 ini kemudian dibina oleh mendiang Soedjono Hoermardani dan Jenderal Ali Moertopo. LEMKARI dibekukan di seluruh Jawa Timur oleh pihak penguasa di Jawa Timur atas desakan keras MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim di bawah pimpinan KH. Misbach. LEMKARI diganti nama oleh Jenderal Rudini (Mendagri), 1990/1991, menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia).

Penyelewengan utamanya, menganggap al-Qur’an dan as-Sunnah baru sah diamalkan kalau manqul (yang keluar dari mulut imam atau amirnya). Gerakan ini membuat syarat baru tentang sahnya keislaman seseorang. Orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap kafir dan najis.

Modus operandi gerakan ini mengajak siapa saja ikut ke pengajian mereka secara rutin. Peserta akan diberikan ajaran tentang shalat dan sebagainya berdasarkan hadits, lalu disuntikkan doktrin-doktrin bahwa hanya Islam model manqul itulah yang sah, benar. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, boleh ditebus dengan uang oleh anggota ini.

Inkar Sunnah
Orang yang tidak mempercayai hadits Nabi saw sebagai landasan Islam, maka dia sesat. Itulah kelompok Inkar Sunnah.

Ada tiga jenis kelompok Inkar Sunnah. Pertama kelompok yang menolak hadits-hadits Rasulullah saw secara keseluruhan. Kedua, kelompok yang menolak hadits-hadits yang tak disebutkan dalam al-Qur’an secara tersurat ataupun tersirat. Ketiga, kelompok yang hanya menerima hadits-hadits mutawatir (diriwayatkan oleh banyak orang setiap jenjang atau periodenya, tak mungkin mereka berdusta) dan menolak hadits-hadits ahad (tidak mencapai derajat mutawatir) walaupun shahih. Mereka beralasan dengan ayat, “…sesungguhnya persangkaan itu tidak berguna sedikitpun terhadap kebenaran” (Qs An-Najm: 28). Mereka berhujjah dengan ayat itu, tentu saja menurut penafsiran model mereka sendiri.

Inkar Sunnah di Indonesia muncul tahun 1980-an ditokohi Irham Sutarto. Kelompok Inkar Sunnah di Indonesia ini difatwakan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai aliran yang sesat lagi menyesatkan, kemudian dilarang secara resmi dengan Surat Keputusan Jaksa Agung No. Kep-169/ J.A./ 1983 tertanggal 30 September 1983 yang berisi larangan terhadap aliran inkarsunnah di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Ahmadiyah
Orang yang mengakui adanya nabi lagi sesudah Nabi Muhammad saw maka mereka sesat. Itulah kelompok Ahmadiyah yang mempercayai Mirza Ghulam Ahmad dari India sebagai nabi setelah Nabi Muhammad saw.

Gerakan Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India. Mirza lahir 15 Februari 1835 M. dan meninggal 26 Mei 1906 M di India.

Ahmadiyah masuk ke Indonesia tahun 1935, tapi mereka mengklaim diri telah masuk ke negeri ini sejak tahun 1925. Tahun 2000, mendiang khalifah Ahmadiyah dari London, Tahir Ahmad, bertemu dengan Presiden Abdurahman Wahid. Kini Ahmadiyah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB dan lain-lain. Basis-basis Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat dan Lombok telah dihancurkan massa (2002/2003) karena mereka sesumbar dan mengembangkan kesesatannya.

Tipuan Ahmadiyah Qadyan, mereka mengaku bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu nabi namun tidak membawa syariat baru. Tipuan mereka itu dusta, karena mereka sendiri mengharamkan wanitanya nikah dengan selain orang Ahmadiyah. Sedangkan Nabi Muhammad saw tidak pernah mensyariatkan seperti itu, jadi itu syari’at baru mereka. Sedangkan Ahmadiyah Lahore yang di Indonesia berpusat di Jogjakarta mengatakan, Mirza Ghulam Ahmad itu bukan nabi tetapi Mujaddid. Tipuan mereka ini dusta pula, karena mereka telah mengangkat pembohong besar yang mengaku mendapatkan wahyu dari Allah, dianggap sebagai mujaddid.
Salamullah

Salamullah
Agama Salamullah adalah agama baru yang menghimpun semua agama, didirikan oleh Lia Aminuddin, di Jakarta. Dia mengaku sebagai Imam Mahdi yang mempercayai reinkarnasi. Lia mengaku sebagai jelmaan roh Maryam, sedang anaknya, Ahmad Mukti yang kini hilang, mengaku sebagai jelmaan roh Nabi Isa as. Dan imam besar agama Salamullah ini Abdul Rahman, seorang mahasiswa alumni UIN Jakarta, yang dipercaya sebagai jelmaan roh Nabi Muhammad saw.

Ajaran Lia Aminuddin yang profesi awalnya perangkai bunga kering ini difatwakan MUI pada 22 Desember 1997 sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan. Pada tahun 2003, Lia Aminuddin mengaku mendapat wahyu berupa pernikahannya dengan pendampingnya yang dia sebut Jibril. Karena itu, Lia Aminuddin diubah namanya menjadi Lia Eden sebagai lambang surga, menurut kitabnya yang berjudul Ruhul Kudus. Pengikutnya makin menyusut, kini tinggal 70-an orang, maka ada “wahyu-wahyu” yang menghibur atas larinya orang dari Lia.

Isa Bugis
Orang yang memaknakan al-Qur’an semaunya, tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw, maka mereka sesat. Itulah kelompok Isa Bugis. Contohnya, mereka memaknakan al-fiil yang artinya gajah menjadi meriam atau tank baja. Alasannya di Yaman saat zaman Nabi tidak ada rumput maka tak mungkin ada gajah. Kelompok ini tidak percaya mukjizat, dan menganggap mukjizat tak ubahnya seperti dongeng lampu Aladin. Nabi Ibrahim menyembelih Ismail itu dianggapnya dongeng belaka. Kelompok ini mengatakan, tafsir al-Qur’an yang ada sekarang harus dimuseumkan, karena salah semua. Al-Qur’an bukan Bahasa Arab, maka untuk memahami al-Qur’an tak perlu belajar Bahasa Arab. Lembaga Pembaru Isa Bugis adalah Nur, sedang yang lain adalah zhulumat, maka sesat dan kafir. Itulah ajaran sesat Isa Bugis.

Tahun 1980-an mereka bersarang di salah satu perguruan tinggi di Rawamangun, Jakarta. Sampai kini masih ada bekas-bekasnya, dan penulis pernah berbantah dengan kelompok ini pada tahun 2002. Tampaknya, mereka masih dalam pendiriannya, walau tak mengaku berpaham Isa Bugis.
Baha’i

Kelompok ini adalah kelompok yang menggabung-gabungkan Islam dengan Yahudi, Nasrani dan lainnya. Itulah kelompok Baha’i. Menghilangkan setiap ikatan agama Islam, menganggap syariat Islam telah kadaluarsa. Persamaan antara manusia meskipun berlainan jenis, warna kulit dan agama. Inilah inti ajaran Baha’i. Menolak ketentuan-ketentuan Islam. Menolak Poligami kecuali dengan alasan dan tidak boleh dari dua istri. Mereka melarang talaq dan menghapus ‘iddah (masa tunggu). Janda boleh langsung kawin lagi, tanpa ‘iddah. Ka’bah bukanlah kiblat yang mereka akui. Kiblat mereka adalah dimana Tuhan menyatu dalam diri Bahaullah (pemimpin mereka).

Pluralisme Agama, JIL (Jaringan Islam Liberal)
Orang yang menyamakan semua Agama, hingga Islam disamakan dengan Yahudi, Nasrani, dan agama-agama kemusyrikan, mereka juga sesat dan menyesatkan. Itulah kelompok yang berpaham pluralisme agama, yang sejak Maret 2001 menamakan diri sebagai JIL (Jaringan Islam Liberal) yang dikoordinir oleh Ulil Abshar Abdalla. Ulil tidak mengakui adanya hukum Tuhan, hingga syariat mu’amalah (pergaulan antar manusia). Perintah syari’at jilbab, qishash, hudud, potong tangan bagi pencuri dan sebagainya itu tidak perlu diikuti. Bahkan larangan nikah antara Muslim dengan non Muslim dianggap tidak berlaku lagi, karena ayat larangannya dianggap tidak jelas. Vodca (minuman keras beralkohol lebih dari 16%) pun menurut Ulil bisa jadi di Rusia halal, karena udaranya dingin sekali.

Pemahaman “kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah/al-Hadits” seperti yang dipahami umat Islam sekarang ini menurut Ulil, salah, karena menjadikan penyembahan terhadap teks. Maka harus dipahami bahwa al-Qur’an yang sekarang baru separuhnya, sedang separuhnya lagi adalah pengalaman manusia.

Lembaga Kerasulan
Kelompok ini mengibaratkan Rasul bagai menteri, sedang kerasulan adalah sebuah departemen. Lalu Rasul boleh wafat sebagaimana menteri boleh mati, namun kerasulan atau departemen tetap ada. Diangkatlah rasul baru sebagaimana diangkat pula menteri baru. Karena Nabi Muhammad saw adalah rasul terakhir. Yang berpaham Rasul tetap diangkat sampai hari kiyamat itulah kelompok Lembaga Kerasulan.

Masih banyak sebenarnya lembaga dan gerakan aliran sesat yang berkembang di Indonesia. Ada yang bergerak secara kelompok, tapi ada pula yang bersifat pemikiran individu, seperti Harun Nasution dan Ahmad Wahib. Kedua tokoh ini nyaris sama. Harun Nasution mengatakan bahwa semua agama pada dasarnya adalah sama. Sedangkan Ahmad Wahib yang pernah menerbitkan buku Pergolakan Pemikiran Islam pernah membuat statemen yang mengagetkan dalam bukunya, “Seandainya Muhammad tidak ada, wahyu dari Allah (al-Qur’an) dengan tegas aku berkata bahwa Karl Marx dan Frederick Engels lebih hebat dari utusan Tuhan itu. Otak kedua orang itu yang luar biasa dan pengabdiannya yang luar biasa akan meyakinkan setiap orang bahwa kedua orang besar itu adalah penghuni surga tingkat pertama berkumpul dengan para Nabi dan Syuhada.”

Begitu banyak tantangan untuk umat Islam. Ada tekanan yang datang dari luar, ada pula pengkhianatan dan kesesatan yang muncul dari dalam. Dengan berpikir jernih dan bersandar pada hukum-hukum Allah, semoga umat ini selalu mendapat lindungan-Nya. Wallahu a’lam bisshawab.

Oleh Hartono Ahmad Jaiz (Sabili)

berjaya1
Orang Lama
Bil. mesej : 865
2 . Dihantar pada 01 Disember 2004 17:13:54   [Edit]
....
fosilmitra
Ahli Senior
Bil. mesej : 697
3 . Dihantar pada 07 Disember 2004 15:43:07   [Edit]


quote:
AGAMA YANG BENAR DAN YANG DIRIDHOI ALLAH SWT


Assalamu'alaikum,

SELAIN ISLAM adalah MUSYRIK (Syirik, mensekutukan Tuhan),ajaran tipu daya syaitan.

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami (Allah) jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan mereka kembali, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan (QS 7:10

“...Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan (QS 6:122)

“Dan tidak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya (mendustakannya) (QS 6:4)

“Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak (Al Quran) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan (QS 6:5).

“Barangsiapa yg Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatan, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman (QS 6:125)

“Dan sesungguhnya Al Quran itu BENAR-BENAR MENJADI PENYESALAN BAGI ORANG-ORANG KAFIR (di akhirat). (QS 69:50).


PRIBAHASA: PIKIR DAHULU PENDAPATAN, SESAL KEMUDIAN TIADALAH BERGUNA.


“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS 3:85).

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak pula menunjuki mereka jalan yang lurus (QS 4:137).



1. DALIL KALAU ISLAM AGAMA YANG BENAR DAN DI RIDHOI ALLAH

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (QS 2:20”


Sebagai manusia kita mempunyai kebebasan sebebas-bebasnya memilih agama yang ada di dunia ini sesuai dengan rasio, logika dan keimanan yang kita miliki. Pertanyaan yang muncul kemudian pada diri kita adalah MENGAPA DI DUNIA INI BANYAK AGAMA, DAN MENGAPA “SEOLAH-OLAH” TUHAN itu banyak, atau lebih dari satu? Manakah dari agama-agama itu yang baik, benar dan diridhoi Allah SWT. Seharusnya agama dan Tuhan itu cuma satu dan tetap satu dari yaitu Tuhan dan agamanya sejak Adam hingga kiamat sekalipun. Itulah hebatnya “kita” manusia yang mempunyai rasio, logika dan keimanan yang berbeda-beda dan “mengimani atau “menciptakan” agama dan Tuhan yang berbeda-beda pula?

Dalam ayat lain di Al Quran, Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud (QS 4:163)


Bila ada seseorang yang menyatakan bahwa pada dasarnya agama-agama (semua agama) itu adalah baik dan benar. Jelas ini pendapat seorang yang MUNAFIK (Hipokrit). Memang pada hakekatnya agama itu mengajarkan kebaikan, tetapi “tidak mungkin” semua agama itu benar dan diridhoi Allah.

Kalau dia mengatakan semua agama itu 'benar', seharusnya orang itu bersedia kalau Jumat ke Masjid, Ahad ke gereja, ke Kuil dan juga ke Vihara.

Penganut agama lain berpendapat bahwa merekalah yang paling benar dan kelak akan masuk surga sedang kita adalah kafir, sesat dan calon penghuni neraka. Kalau sudah begitu...tentu tidak akan pernah ketemu...

Selain itu, kita boleh saja menganggapkan bahwa agama kita adalah agama yang paling benar dan paling baik, kitalah yang kelak akan masuk surga atau Nirwana. Sedangkan penganut agama lain masuk neraka dan sesat.

“DAN MEREKA (YAHUDI DAN NASRANI) BERKATA: ‘SEKALI-KALI TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI ORANG-ORANG YANG BERAGAMA YAHUDI DAN NASRANI”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “TUNJUKKANLAH BUKTI KEBENARANMU JIKA KAMU ADALAH ORANG-ORANG YANG BENAR (QS 2:111)”

Ayat ini merupakan 'pukulan mati'. Kenapa? Mana buktinya kalau kelak ‘mereka” adalah calon penghuni surga, dan “kita” adalah calon penghuni neraka, bukankah mereka sendiri belum mati dan belum menerima hisab di hari kiamat, Allah dalam Al Quran) mencabar mereka dengan bukti untuk menguatkan hujjah/pendapat mereka itu.

Bagaimanakah “hatinya” penganut Yahudi dan Nasrani terhadap umat islam itu, lihat ayat berikut ini:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani TIDAK AKAN SENANG KEPADA KAMU HINGGA KAMU MENGIKUTI AGAMA MEREKA. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka SETELAH PENGETAHUAN DATANG KEPADAMU, maka ALLAH TIDAK LAGI MENJADI PELINDUNG DAN PENOLONG BAGIMU (QS 2:120)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta’ati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu kepada kekafiran, lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi (QS 3:149)

Dan sekali lagi diantara yang BENAR DAN BAIK tersebut tentu HARUS ada yang paling BENAR. Harus cuma ada satu yang paling benar? Tidak mungkin semuanya benar.

Namun sekali lagi mereka bebas mempunyai pilihan, karena resikonya kelak mereka juga yang akan menanggungnya..

Sebagai penganut Islam, tentu aku berkeyakinan bahwa hanya agama Islam yang baik dan benar serta di ridhoi Allah. Hal ini dengan dasar ayat Al Quran berikut ini:

“Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas SEGALA AGAMA-AGAMA meskipun orang-orang musyrik benci (QS 61:9).

Dari firman Allah tersebut kita dapat menyimpulkan pada DASARNYA agama terbagi dua bagian, yaitu agama yang berasal dari Allah (Tuhan Pencipta Alam), yaitu agama yang diridhoi yakni Islam dan agama selain islam (Musyrik) yang berasal dari syaitan ( ad-diinu kullih). Ayat itu juga menegaskan Islam merupakan agama yang benar dan diridhoi Allah.

Bukti lain bahwa Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhoi Allah, dapat pula kita perhatikan ayat Al Quran yang diterima rasul SAW yang terakhir kali tatkala haji wada (haji terakhir dan perpisahan) yang berbunyi:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agamamu (QS 5:3).

Selain itu dalam Al Quran juga terdapat firman Allah sebagai berikut:

“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barang siapa kafir terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya (QS 3:19).

Bagi mereka yang non muslim (kalau2 ada yang melawat laman ini) ini dapat saja menyatakan bahwa itu kan menurut Al Quran dan kami tidak mengimani Al Quran, dan anda juga “boleh” tidak mengimaninya itu hak anda. Sebab kalau anda mengimaninya dan berkeyakinan bahwa Al Quran adalah firman Tuhan Pencipta Alam anda pasti telah menjadi Islam.

“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, LALU MEREKA MENGUBAHNYA setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui (QS 2:75)


2. ISLAM BERBEDA DENGAN AGAMA LAIN DAN SESUAI FITRAH MANUSIA

Seandainya aku memilih agama selain Islam apakah resiko yang kelak aku terima dan hadapi di hari kiamat kelak (itupun kalau anda beriman terhadap hari kiamat), baca ayat-ayat berikut ini:

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS 3:85).

Anda juga boleh saja berubah menjadi murtad (kalau dahulunya anda Islam) dan kemudian berpindah ke agama lain, itu juga hak anda. Tapi baca ayat berikut ini.

“Sesungguhnya orang-orang kafir setelah beriman (murtad), kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak diterima tubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat (QS 3:90)”

Sebab kadang ada yang yang beranggapan bahwa selama ini ia sesat dengan keislamannya dan ia murtad beralih ke agama lain dengan harapan/pendapat bahwa bahwa ia telah mendapat petunjuk kebenaran. Maka justru buka petunjuk kebenaran yang ia peroleh justru ia menjadi sesat, maka jadilah ia kelak menjadi orang-orang yang merugi dan dimasukkan ke dalam neraka ******* (Nauzubillahminzalik).

Dari ayat-ayat di atas jelas menunjukkan bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang diridhoi dan benar (anda masih tetap tidak mau percaya dan beriman, yaa terserah anda). Islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah manusia dan Islam berbeda dengan agama-agama lain.

Islam merupakan agama yang langsung Allah turunkan melalui rasu-rasul-Nya terdahulu hingga Muhammad. Allah berfirman:

“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami (Allah) wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkan agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)- Nya) orang yg kembali (kepada-Nya) (QS 42:13)”

AKHIRNYA SEBAGAI PENGANUT AGAMA ISLAM YANG DHAIF DAN UMMI INI, AKU HANYA DAPAT MENGUTIP AYAT-AYAT DALAM AL QURAN SEBAGAI PERENUNGAN KITA BERSAMA:

“Katakanlah: Hai orang-orang kafir!; aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah; Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah; Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah; Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS 109:1-6)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami. kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS 4:56)

“Sesungguhnya ORANG-ORANG YANG KAFIR KEPADA AYAT-AYAT KAMI. kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS 4:56)

“mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh (QS 3:8

“Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir (QS 3:131)

“Adapun orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka (QS 5:10)

“orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Allah), tetapi kamu adalah manusia (biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bgi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendak-Nya. Dan Kepmunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu) (QS 5:1

“...Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran),mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “ Al Quran ini tidak lain hanyalah dongenngan orang-orang dahulu” (QS 6:25)

“Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadri (QS 6:26)

Sekian. Wassalam.

Hantar Topik Baru | Balas Mesej  


PForum versi 6.1a
Hakcipta Terpelihara 2002© JAKIM

Pendaftaran | Syarat Penggunaan | Senarai Hitam
Tukar Profil Utama